Pages

Rabu, 03 Maret 2010

PRAMUKA

Image

SAMBUTAN

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

PADA

PERINGATAN HARI JADI GERAKAN PRAMUKA

KE 46 TAHUN 2007

14 AGUSTUS 2007





Yang terhormat,

Para Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,

Para Pimpinan Kwarda dan Kwarcab Gerakan Pramuka,

Para Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,

Adik-adik anggota Pramuka yang saya banggakan,



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Salam Pramuka,



Marilah kita bersama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan

Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat

berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat

untuk menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka

ke 46, yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2007.

Atas nama pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

perkenankanlah saya menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun

ke 46 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di

seluruh tanah air. Semoga peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan

Pramuka ke 46 ini, dapat makin membulatkan tekad kita bersama

untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta

melaksanakan dan mengembangkan fungsi utama Gerakan

Pramuka, yakni membentuk kaum muda Indonesia yang

berkepribadian, berwatak serta berbudi pekerti yang prima, demi

masa depan bangsa, negara dan tanah air Indonesia yang kita

cintai bersama.



Para hadirin yang berbahagia,

Lahirnya Gerakan Pramuka pada tahun 1961 lalu, yang

menggabungkan lebih dari 60 organisasi kepanduan yang terdapat

di Indonesia pada waktu itu, sungguh merupakan suatu peristiwa

sejarah yang amat mendasar dan mumental. Pertama, karena

dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut, berarti cita-cita untuk

mewujudkan persatuan dan kesatuan antar warga dan

masyarakat kepanduan di tanah air, yang sebenarnya telah dimiliki

sejak jauh sebelumnya, bahkan dapat dikatakan sejak awal

munculnya gerakan kepanduan di Indonesia pada tahun 1912,

akhirnya dapat diwujudkan serta berhasil menjadi kenyataan.

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke 46 ini, selayaknya bagi

kita semua, mengenang kembali serta sekaligus membulatkan

tekad, untuk lebih meningkatkan semangat persatuan dan

kesatuan tersebut. Karena, sesungguhnyalah, pada era

globalisasi, era ekonomi bebas, serta era kemudahan transportasi,

komunikasi dan informasi sebagaimana yang sedang kita alami

bersama pada saat ini, ancaman terhadap semangat persatuan

dan kesatuan, ancaman terhadap berbangsa dan bernegara,

ancaman terhadap nasionalisme, tampak semakin bertambah

besar serta semakin bertambah merisaukan.



Marilah kita melalui Gerakan Pramuka yang telah berhasil

mempersatukan kaum muda Indonesia tersebut, melangkah lebih

lanjut, berperan aktif meningkatkan semangat persatuan dan

kesatuan seluruh rakyat, masyarakat, bangsa, negara, dan tanah

air Indonesia. Marilah kita bekerja keras mewujudkan cita-cita kita

bersama, menjadikan Gerakan Pramuka yang kita cintai ini,

sebagai alat pemersatu serta perekat bangsa.

Sesungguhnyalah gerakan kepanduan yang masuk ke Indonesia

pada tahun 1912, lima tahun setelah Sir Baden Powell

memperkenalkan gerakan kepanduan dunia pada tahun 1907,

yang merupakan cikal bakal Gerakan Pramuka sebagaimana yang

dikenal pada saat ini, sejak awal berdirinya telah dipelopori dan

dimotori oleh para aktivis pemuda yang memiliki semangat

persatuan dan kesatuan serta semangat kebangsaan yang tinggi.

Gerakan Kepanduan di Indonesia, sejak awal berdirinya, memang

telah turut menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan

serta semangat kebangsaan tersebut, yang pada akhirnya telah

berhasil melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928,

Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945, serta

mempertahankan kemerdekaan Indonesia selama berlangsungnya

revolusi fisik.

Kedua, karena dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut,

berarti kehendak untuk menghimpun pelbagai potensi warga

dan masyarakat kepanduan Indonesia, kedalam satu wadah yang

disepakati bersama, untuk kemudian dimanfaatkan bagi sebesarbesarnya

kepentingan kaum muda Indonesia, yakni

menyelenggarakan berbagai program pendidikan kepanduan,

untuk membentuk kepribadian, watak dan pekerti generasi muda

yang mampu menjawab tantangan bangsa dan negara pada masa

depan, akan dapat dilaksanakan secara lebih optimal.

Pada saat ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun

Gerakan Pramuka yang ke 46, selayaknya pula kesepakatan untuk

menghimpun berbagai potensi untuk kemudian dimanfatkan

sebesar-besarnya bagi penyelenggaraan pelbagai program untuk

kepentingan kaum muda Indonesia tersebut, perlu tetap

dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan. Karena

sesungguhnyalah, masalah dan tantangan yang dihadapi oleh

generasi muda Indonesia pada saat ini, telah sangat jauh berbeda

dibandingkan dengan masa sebelumnya. Masalah dan tantangan

yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia pada saat telah

sangat beragam dan komplek.

Sebagian dari generasi muda Indonesia pada saat ini, karena satu

dan lain hal, terjerumus dalam kesesatan. Sebagian lainnya

terlibat dalam pergaulan bebas, atau berada dibawah pengaruh

minuman keras dan obat terlarang. Jumlah kaum muda yang

kebut-kebutan di jalan raya yang turut meningkatkan angka

kematian karena kecelakaan lalu lintas juga semakin bertambah.

Hal yang sama juga ditemukan pada keterlibatan kaum muda

dalam peristiwa kekerasan dan perkelahian antar gang.

Sedangkan dipihak lain, sebagian generasi muda lainnya, karena

kehidupan sosial dan ekonomi yang belum memuaskan, tidak jelas

masa depannya, Meskipun pada saat ini, pemerintah telah

berupaya keras meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,

tetapi jumlah kaum muda Indonesia yang tidak dapat melanjutkan

pendidikan karena berbagai alasan, tetap tidak berkurang.

Dampaknya, terlihat pada kehidupan bermasyarakat selanjutnya.

Kebodohan, pengangguran, kemiskinan, kelemahan,

keterbelakangan.

Pelbagai masalah yang seperti ini jelas merupakan tantangan

sekaligus peluang bagi Gerakan Pramuka, untuk di satu pihak

berperan mencegah timbulnya berbagai masalah generasi muda,

dan di pihak lain, berperan dalam membentuk kepribadian, watak

dan budi-pekerti kaum muda sebagaimana yang diinginkan, yakni

dengan meningkatkan keterlibatan kaum muda secara aktif dalam

berbagai kegiatan kepramukaan.



Sesungguhnyalah sebagai wadah pendidikan luar sekolah dan luar

keluarga, Gerakan Pramuka memiliki banyak kegiatan positif bagi

pembinaan kaum muda. Pendidikan non-formal yang menjadi ciri

utama pendidikan kepramukaan, berperan besar sebagai

komplemen dan suplemen pendidikan formal yang dilaksanakan di

bangku sekolah.

Dalam kaitan ini, sungguh sangat tepat, jika pada tahun 2006 lalu,

bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan

Pramuka ke 45, Presiden Republik Indonesia, Bapak Soesilo

Bambang Yudhoyono telah mencanangkan program Revitalisasi

Gerakan Pramuka sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional,

yang bersama dengan pelbagai program pendidikan formal dan informal

lainnya, harus disukseskan di Indonesia.



Bapak-Bapak dan Ibu-ibu serta hadirin yang berbahagia,

Dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi tersebut,

ditetapkanlah tema peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan

Pramuka ke 46 kali ini adalah “Satu Dunia, Satu Janji, Satu

Tekad Tingkatkan Budi Pekerti Anak Bangsa”. Bagian pertama

dari tema ini adalah sejalan dengan tema Jambore Dunia ke 21

yang diselenggarakan di Hyland Park Chemsford, Inggeris dari

tanggal 28 Juli sampai dengan 8 Agustus 2007, serta tema

Peringatan 100 tahun Gerakan Kepanduan Dunia yang di

pusatkan di pulau kelahiran gerakan kepanduan dunia, Brownsea

Island di sebelah selatan Kepulauan Inggeris yakni “One World,

One Promise”. Sedangkan bagian kedua dari tema tersebut adalah

sesuai dengan hakekat dasar Revitalisasi Gerakan Pramuka yakni

meningkatkan dan memantapkan fungsi pendidikan Gerakan

Pramuka dalam rangka membentuk kepribadian, watak dan budi

pekerti anak bangsa yang diinginkan pada masa depan.

Dalam kaitan pelaksanaan program Revitalisasi tersebut, mari kita

secara bersama-sama dapat melaksanakan ajakan Presiden

Republik Indonesia pada saat melepas kontingen Gerakan

Pramuka mengikuti Jambore Dunia ke 21 pada tanggal 22 Juli

2007 lalu, yakni bertekad mewujudkan “satu bumi pertiwi, satu

bangsa, satu janji, satu komitmen dan satu aksi”. Karena

sesungguhnyalah hanya dengan terwujudnya tekad yang seperti

ini, dapat diharapkan lahirnya masyarakat yang sehat, cerdas,

maju, dan sejahtera, yang hidup dalam kemakmuran, beradab dan

berkeadilan.



Kakak-kakak dan adik-adik pramuka yang saya hormati,

Semenjak diluncurkannya Revitalisasi Gerakan Pramuka setahun

yang lalu oleh Presiden Republik Indonesia, berbagai kegiatan dan

upaya telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan pertama dan utama,

ditujukan bagi pemantapan dan pembenahan manajemen

organisasi, yang pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk

pelatihan tenaga pelaksana, pengadaan peralatan sekretariat,

serta penyediaan biaya rutin. Untuk pelaksanaan kesemua

kegiatan ini, kita patut menyampaikan ucapan terima kasih yang

sebesar-besarnya, baik kepada Pemerintah Pusat maupun

Pemerintah Daerah. Karena mulai tahun 2007 ini, untuk tingkat

Pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Nasional untuk

pertama kali berhasil masuk dalam APBN, sedangkan untuk

tingkat propinsi beberapa Pemerintah Daerah telah berhasil pula

memasukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Daerah

kedalam APBD-nya.

Upaya lain yang dilakukan untuk lebih memantapkan organisasi

adalah menyusun RUU Gerakan Pramuka yang pada saat ini

naskah akademik dan naskah RUU-nya telah disampaikan kepada

Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Pemuda dan

Olaraga. Mudah-mudahan pada tahun ini, Presiden Republik

Indonesia dapat menunjuk Departemen yang bertanggungjawab

mengajukan usul inisiatif, untuk kemudian dapat dibahas dan

disyahkan menjadi Undang-Undang Gerakan Pramuka oleh DPR

pada tahun 2008 yang akan datang.



Kakak-kakak dan adik-adik Pramuka yang saya hormati,

Telah disampaikan bahwa hakekat dasar Revitalisasi Gerakan

Pramuka adalah meningkatkan dan memantapkan fungsi

pendidikan Gerakan Pramuka. Dalam kaitan ini berbagai

pembenahan aspek pendidikan kepramukaan sedang

dilaksanakan, termasuk diantaranya tiga yang terpenting yakni

pembenahan metoda pendidikan, materi pendidikan serta sarana

dan prasarana pendidikan kepramukaan.

Untuk pembenahan metoda, diharapkan dalam waktu dekat

metoda pendidikan kepramukaan yang dikenal dengan cirinya

yang khas yakni Alam terbuka, Permainan menantang, ber-

Kelompok, bersifat Kompetitif, serta pemberian Tanda kecakapan

bagi yang berhasil (APK-2T), akan dapat diperbaharui sehingga

sesuai dengan perkembangan zaman.

Untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan

kepribadian, watak dan budi pekerti, sedang disusun Pedoman

Penghayatan dan Pengalaman Dasa Darma (P-3 D-2). Sedangkan

untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan

keterampilan, sedang dilakukan kajian ulang terhadap pelbagai

keterampilan yang selama ini diajarkan, baik keterampilan khusus

kepramukaan maupun keterampilan yang bersifat umum, yang

kesemuanya disesuaikan dengan minat generasi muda serta

kebutuhan masa depan generasi muda, nusa dan bangsa.

Sedangkan untuk pembenahan aspek sarana dan prasarana

pendidikan sedang disusun konsep Kampus Pramuka yakni

dengan mengembangkan konsep Bumi Perkemahan, dari semula

hanya sekedar tempat melaksanakan kegiatan, menjadi pusat

pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Kecuali itu untuk

melengkapkan sarana dan prasarana pendidikan tersebut,

terutama yang menyangkut pengadaaan bahan referensi, telah

didirikan pula Balai Penerbit Gerakan Pramuka yang bertanggung

jawab menerbitkan buku-buku tentang kepramukaan di Indonesia.



Bapak-Bapak, ibu-ibu serta hadirin yang saya hormati,

Dalam kesempatan memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke

46 ini, pada tempatnyalah saya atas nama segenap keluarga

besar Gerakan Pramuka, menyampaikan ucapan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak

berjasa serta membantu menyelenggarakan pelbagai kegiatan

dalam rangka menyongsong kebangkitan kembali Gerakan

Pramuka di tanah air.

Pertama, kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah

mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka.

Kedua, kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat, yang telah memfasilitasi masuknya Anggaran Pendapatan

dan Belanja Kwartir Nasional kedalam APBN

Ketiga, kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara

Pemuda dan Olahraga yang telah memfasititasi penyusunan RUU

Gerakan Pramuka

Keempat, kepada Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara

Pemuda dan Olahraga, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan

Menteri Pertahanan dan Keamanan, yang telah mempercayai

Gerakan Pemuka sebagai pelaksana pendidikan Bela Negara

untuk generasi muda di Indonesia.

Kelima, kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Ketua Komisi

Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Solidaritas Istri Kabinet

Indonesia Bersatu (SIKIB), khususnya Ibu Ani Susilo Bambang

Yudhoyono, serta pelbagai organisasi lain yang telah banyak

membantu serta telah menjalin kerjasama dengan Gerakan



Pramuka, dalam rangka turut mensukseskan dan mendukung

pelaksanaan program Revitalisasi Gerakan Pramuka.

Adik-adikku anggota Pramuka yang saya banggakan,

Sangatlah tepat adik-adik sekalian memilih Gerakan Pramuka

sebagai kegiatan ekstra kurikuler di luar sekolah, karena jika

mengikuti kegiatan pendidikan formal di sekolah saja, telah dapat

dipastikan, apa yang akan adik-adik peroleh tidak akan optimal,

terutama jika dikaitkan dengan pengenalan terhadap alam

lingkungan serta penguasaan terhadap pelbagai keterampilan,

yang diakui bersifat komplek dan luas.

Saya teringat masa kecil dan remaja saya, ketika saya menjadi

anggota kepanduan, yang ternyata memberikan manfaat yang

sangat besar bagi kehidupan saya kemudian hari, dan bahkan

sampai saat ini. Saya belajar berorganisasi, kepemimpinan,

kemandirian, percaya diri, hormat terhadap sesama, patuh dan

santun terhadap orang tua, jujur, bertanggung jawab, dapat

dipercaya, amanah serta taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

melalui kegiatan kepanduan yang saat ini dikenal dengan nama

Pramuka. Karena itulah, saya mengajak adik-adik sekalian, kaum

muda Indonesia, untuk bergabung serta aktif menjadi anggota

Gerakan Pramuka.

Kepada kakak-kakak sekalian, baik sebagai pembimbing,

pengurus, andalan, pembina, pelatih, pamong dan/ataupun

instruktur Gerakan Pramuka, dimanapun berada, mari kita

bulatkan tekad untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan

yang nyata, sehingga eksistensi dan fungsi Gerakan Pramuka

dapat terus dipertahankan, dan bahkan makin ditingkatkan di

tanah air.

Akhirnya semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridho

Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jayalah Pramuka,

Jayalah Indonesiaku.



Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Pramuka,



Jakarta, 14 Agustus 2007

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Ketua,

Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar