Ada dua macam manusia di dunia ini, mereka yang mencari alasan dan mereka mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjannya dapat terselesaikan. (Alan Cohen)
sasha - bogor
Featured-Content
Rabu, 03 Maret 2010
PRAMUKA
Image
SAMBUTAN
KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
PADA
PERINGATAN HARI JADI GERAKAN PRAMUKA
KE 46 TAHUN 2007
14 AGUSTUS 2007
Yang terhormat,
Para Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Para Pimpinan Kwarda dan Kwarcab Gerakan Pramuka,
Para Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Adik-adik anggota Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,
Marilah kita bersama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat
berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat
untuk menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka
ke 46, yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2007.
Atas nama pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
perkenankanlah saya menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun
ke 46 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di
seluruh tanah air. Semoga peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 46 ini, dapat makin membulatkan tekad kita bersama
untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta
melaksanakan dan mengembangkan fungsi utama Gerakan
Pramuka, yakni membentuk kaum muda Indonesia yang
berkepribadian, berwatak serta berbudi pekerti yang prima, demi
masa depan bangsa, negara dan tanah air Indonesia yang kita
cintai bersama.
Para hadirin yang berbahagia,
Lahirnya Gerakan Pramuka pada tahun 1961 lalu, yang
menggabungkan lebih dari 60 organisasi kepanduan yang terdapat
di Indonesia pada waktu itu, sungguh merupakan suatu peristiwa
sejarah yang amat mendasar dan mumental. Pertama, karena
dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut, berarti cita-cita untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan antar warga dan
masyarakat kepanduan di tanah air, yang sebenarnya telah dimiliki
sejak jauh sebelumnya, bahkan dapat dikatakan sejak awal
munculnya gerakan kepanduan di Indonesia pada tahun 1912,
akhirnya dapat diwujudkan serta berhasil menjadi kenyataan.
Dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke 46 ini, selayaknya bagi
kita semua, mengenang kembali serta sekaligus membulatkan
tekad, untuk lebih meningkatkan semangat persatuan dan
kesatuan tersebut. Karena, sesungguhnyalah, pada era
globalisasi, era ekonomi bebas, serta era kemudahan transportasi,
komunikasi dan informasi sebagaimana yang sedang kita alami
bersama pada saat ini, ancaman terhadap semangat persatuan
dan kesatuan, ancaman terhadap berbangsa dan bernegara,
ancaman terhadap nasionalisme, tampak semakin bertambah
besar serta semakin bertambah merisaukan.
Marilah kita melalui Gerakan Pramuka yang telah berhasil
mempersatukan kaum muda Indonesia tersebut, melangkah lebih
lanjut, berperan aktif meningkatkan semangat persatuan dan
kesatuan seluruh rakyat, masyarakat, bangsa, negara, dan tanah
air Indonesia. Marilah kita bekerja keras mewujudkan cita-cita kita
bersama, menjadikan Gerakan Pramuka yang kita cintai ini,
sebagai alat pemersatu serta perekat bangsa.
Sesungguhnyalah gerakan kepanduan yang masuk ke Indonesia
pada tahun 1912, lima tahun setelah Sir Baden Powell
memperkenalkan gerakan kepanduan dunia pada tahun 1907,
yang merupakan cikal bakal Gerakan Pramuka sebagaimana yang
dikenal pada saat ini, sejak awal berdirinya telah dipelopori dan
dimotori oleh para aktivis pemuda yang memiliki semangat
persatuan dan kesatuan serta semangat kebangsaan yang tinggi.
Gerakan Kepanduan di Indonesia, sejak awal berdirinya, memang
telah turut menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan
serta semangat kebangsaan tersebut, yang pada akhirnya telah
berhasil melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928,
Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945, serta
mempertahankan kemerdekaan Indonesia selama berlangsungnya
revolusi fisik.
Kedua, karena dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut,
berarti kehendak untuk menghimpun pelbagai potensi warga
dan masyarakat kepanduan Indonesia, kedalam satu wadah yang
disepakati bersama, untuk kemudian dimanfaatkan bagi sebesarbesarnya
kepentingan kaum muda Indonesia, yakni
menyelenggarakan berbagai program pendidikan kepanduan,
untuk membentuk kepribadian, watak dan pekerti generasi muda
yang mampu menjawab tantangan bangsa dan negara pada masa
depan, akan dapat dilaksanakan secara lebih optimal.
Pada saat ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun
Gerakan Pramuka yang ke 46, selayaknya pula kesepakatan untuk
menghimpun berbagai potensi untuk kemudian dimanfatkan
sebesar-besarnya bagi penyelenggaraan pelbagai program untuk
kepentingan kaum muda Indonesia tersebut, perlu tetap
dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan. Karena
sesungguhnyalah, masalah dan tantangan yang dihadapi oleh
generasi muda Indonesia pada saat ini, telah sangat jauh berbeda
dibandingkan dengan masa sebelumnya. Masalah dan tantangan
yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia pada saat telah
sangat beragam dan komplek.
Sebagian dari generasi muda Indonesia pada saat ini, karena satu
dan lain hal, terjerumus dalam kesesatan. Sebagian lainnya
terlibat dalam pergaulan bebas, atau berada dibawah pengaruh
minuman keras dan obat terlarang. Jumlah kaum muda yang
kebut-kebutan di jalan raya yang turut meningkatkan angka
kematian karena kecelakaan lalu lintas juga semakin bertambah.
Hal yang sama juga ditemukan pada keterlibatan kaum muda
dalam peristiwa kekerasan dan perkelahian antar gang.
Sedangkan dipihak lain, sebagian generasi muda lainnya, karena
kehidupan sosial dan ekonomi yang belum memuaskan, tidak jelas
masa depannya, Meskipun pada saat ini, pemerintah telah
berupaya keras meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,
tetapi jumlah kaum muda Indonesia yang tidak dapat melanjutkan
pendidikan karena berbagai alasan, tetap tidak berkurang.
Dampaknya, terlihat pada kehidupan bermasyarakat selanjutnya.
Kebodohan, pengangguran, kemiskinan, kelemahan,
keterbelakangan.
Pelbagai masalah yang seperti ini jelas merupakan tantangan
sekaligus peluang bagi Gerakan Pramuka, untuk di satu pihak
berperan mencegah timbulnya berbagai masalah generasi muda,
dan di pihak lain, berperan dalam membentuk kepribadian, watak
dan budi-pekerti kaum muda sebagaimana yang diinginkan, yakni
dengan meningkatkan keterlibatan kaum muda secara aktif dalam
berbagai kegiatan kepramukaan.
Sesungguhnyalah sebagai wadah pendidikan luar sekolah dan luar
keluarga, Gerakan Pramuka memiliki banyak kegiatan positif bagi
pembinaan kaum muda. Pendidikan non-formal yang menjadi ciri
utama pendidikan kepramukaan, berperan besar sebagai
komplemen dan suplemen pendidikan formal yang dilaksanakan di
bangku sekolah.
Dalam kaitan ini, sungguh sangat tepat, jika pada tahun 2006 lalu,
bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 45, Presiden Republik Indonesia, Bapak Soesilo
Bambang Yudhoyono telah mencanangkan program Revitalisasi
Gerakan Pramuka sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional,
yang bersama dengan pelbagai program pendidikan formal dan informal
lainnya, harus disukseskan di Indonesia.
Bapak-Bapak dan Ibu-ibu serta hadirin yang berbahagia,
Dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi tersebut,
ditetapkanlah tema peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 46 kali ini adalah “Satu Dunia, Satu Janji, Satu
Tekad Tingkatkan Budi Pekerti Anak Bangsa”. Bagian pertama
dari tema ini adalah sejalan dengan tema Jambore Dunia ke 21
yang diselenggarakan di Hyland Park Chemsford, Inggeris dari
tanggal 28 Juli sampai dengan 8 Agustus 2007, serta tema
Peringatan 100 tahun Gerakan Kepanduan Dunia yang di
pusatkan di pulau kelahiran gerakan kepanduan dunia, Brownsea
Island di sebelah selatan Kepulauan Inggeris yakni “One World,
One Promise”. Sedangkan bagian kedua dari tema tersebut adalah
sesuai dengan hakekat dasar Revitalisasi Gerakan Pramuka yakni
meningkatkan dan memantapkan fungsi pendidikan Gerakan
Pramuka dalam rangka membentuk kepribadian, watak dan budi
pekerti anak bangsa yang diinginkan pada masa depan.
Dalam kaitan pelaksanaan program Revitalisasi tersebut, mari kita
secara bersama-sama dapat melaksanakan ajakan Presiden
Republik Indonesia pada saat melepas kontingen Gerakan
Pramuka mengikuti Jambore Dunia ke 21 pada tanggal 22 Juli
2007 lalu, yakni bertekad mewujudkan “satu bumi pertiwi, satu
bangsa, satu janji, satu komitmen dan satu aksi”. Karena
sesungguhnyalah hanya dengan terwujudnya tekad yang seperti
ini, dapat diharapkan lahirnya masyarakat yang sehat, cerdas,
maju, dan sejahtera, yang hidup dalam kemakmuran, beradab dan
berkeadilan.
Kakak-kakak dan adik-adik pramuka yang saya hormati,
Semenjak diluncurkannya Revitalisasi Gerakan Pramuka setahun
yang lalu oleh Presiden Republik Indonesia, berbagai kegiatan dan
upaya telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan pertama dan utama,
ditujukan bagi pemantapan dan pembenahan manajemen
organisasi, yang pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk
pelatihan tenaga pelaksana, pengadaan peralatan sekretariat,
serta penyediaan biaya rutin. Untuk pelaksanaan kesemua
kegiatan ini, kita patut menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya, baik kepada Pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Daerah. Karena mulai tahun 2007 ini, untuk tingkat
Pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Nasional untuk
pertama kali berhasil masuk dalam APBN, sedangkan untuk
tingkat propinsi beberapa Pemerintah Daerah telah berhasil pula
memasukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Daerah
kedalam APBD-nya.
Upaya lain yang dilakukan untuk lebih memantapkan organisasi
adalah menyusun RUU Gerakan Pramuka yang pada saat ini
naskah akademik dan naskah RUU-nya telah disampaikan kepada
Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Pemuda dan
Olaraga. Mudah-mudahan pada tahun ini, Presiden Republik
Indonesia dapat menunjuk Departemen yang bertanggungjawab
mengajukan usul inisiatif, untuk kemudian dapat dibahas dan
disyahkan menjadi Undang-Undang Gerakan Pramuka oleh DPR
pada tahun 2008 yang akan datang.
Kakak-kakak dan adik-adik Pramuka yang saya hormati,
Telah disampaikan bahwa hakekat dasar Revitalisasi Gerakan
Pramuka adalah meningkatkan dan memantapkan fungsi
pendidikan Gerakan Pramuka. Dalam kaitan ini berbagai
pembenahan aspek pendidikan kepramukaan sedang
dilaksanakan, termasuk diantaranya tiga yang terpenting yakni
pembenahan metoda pendidikan, materi pendidikan serta sarana
dan prasarana pendidikan kepramukaan.
Untuk pembenahan metoda, diharapkan dalam waktu dekat
metoda pendidikan kepramukaan yang dikenal dengan cirinya
yang khas yakni Alam terbuka, Permainan menantang, ber-
Kelompok, bersifat Kompetitif, serta pemberian Tanda kecakapan
bagi yang berhasil (APK-2T), akan dapat diperbaharui sehingga
sesuai dengan perkembangan zaman.
Untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan
kepribadian, watak dan budi pekerti, sedang disusun Pedoman
Penghayatan dan Pengalaman Dasa Darma (P-3 D-2). Sedangkan
untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan
keterampilan, sedang dilakukan kajian ulang terhadap pelbagai
keterampilan yang selama ini diajarkan, baik keterampilan khusus
kepramukaan maupun keterampilan yang bersifat umum, yang
kesemuanya disesuaikan dengan minat generasi muda serta
kebutuhan masa depan generasi muda, nusa dan bangsa.
Sedangkan untuk pembenahan aspek sarana dan prasarana
pendidikan sedang disusun konsep Kampus Pramuka yakni
dengan mengembangkan konsep Bumi Perkemahan, dari semula
hanya sekedar tempat melaksanakan kegiatan, menjadi pusat
pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Kecuali itu untuk
melengkapkan sarana dan prasarana pendidikan tersebut,
terutama yang menyangkut pengadaaan bahan referensi, telah
didirikan pula Balai Penerbit Gerakan Pramuka yang bertanggung
jawab menerbitkan buku-buku tentang kepramukaan di Indonesia.
Bapak-Bapak, ibu-ibu serta hadirin yang saya hormati,
Dalam kesempatan memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke
46 ini, pada tempatnyalah saya atas nama segenap keluarga
besar Gerakan Pramuka, menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak
berjasa serta membantu menyelenggarakan pelbagai kegiatan
dalam rangka menyongsong kebangkitan kembali Gerakan
Pramuka di tanah air.
Pertama, kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah
mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Kedua, kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat, yang telah memfasilitasi masuknya Anggaran Pendapatan
dan Belanja Kwartir Nasional kedalam APBN
Ketiga, kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga yang telah memfasititasi penyusunan RUU
Gerakan Pramuka
Keempat, kepada Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan
Menteri Pertahanan dan Keamanan, yang telah mempercayai
Gerakan Pemuka sebagai pelaksana pendidikan Bela Negara
untuk generasi muda di Indonesia.
Kelima, kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Bersatu (SIKIB), khususnya Ibu Ani Susilo Bambang
Yudhoyono, serta pelbagai organisasi lain yang telah banyak
membantu serta telah menjalin kerjasama dengan Gerakan
Pramuka, dalam rangka turut mensukseskan dan mendukung
pelaksanaan program Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Adik-adikku anggota Pramuka yang saya banggakan,
Sangatlah tepat adik-adik sekalian memilih Gerakan Pramuka
sebagai kegiatan ekstra kurikuler di luar sekolah, karena jika
mengikuti kegiatan pendidikan formal di sekolah saja, telah dapat
dipastikan, apa yang akan adik-adik peroleh tidak akan optimal,
terutama jika dikaitkan dengan pengenalan terhadap alam
lingkungan serta penguasaan terhadap pelbagai keterampilan,
yang diakui bersifat komplek dan luas.
Saya teringat masa kecil dan remaja saya, ketika saya menjadi
anggota kepanduan, yang ternyata memberikan manfaat yang
sangat besar bagi kehidupan saya kemudian hari, dan bahkan
sampai saat ini. Saya belajar berorganisasi, kepemimpinan,
kemandirian, percaya diri, hormat terhadap sesama, patuh dan
santun terhadap orang tua, jujur, bertanggung jawab, dapat
dipercaya, amanah serta taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
melalui kegiatan kepanduan yang saat ini dikenal dengan nama
Pramuka. Karena itulah, saya mengajak adik-adik sekalian, kaum
muda Indonesia, untuk bergabung serta aktif menjadi anggota
Gerakan Pramuka.
Kepada kakak-kakak sekalian, baik sebagai pembimbing,
pengurus, andalan, pembina, pelatih, pamong dan/ataupun
instruktur Gerakan Pramuka, dimanapun berada, mari kita
bulatkan tekad untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan
yang nyata, sehingga eksistensi dan fungsi Gerakan Pramuka
dapat terus dipertahankan, dan bahkan makin ditingkatkan di
tanah air.
Akhirnya semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridho
Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jayalah Pramuka,
Jayalah Indonesiaku.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,
Jakarta, 14 Agustus 2007
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH
SAMBUTAN
KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
PADA
PERINGATAN HARI JADI GERAKAN PRAMUKA
KE 46 TAHUN 2007
14 AGUSTUS 2007
Yang terhormat,
Para Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Para Pimpinan Kwarda dan Kwarcab Gerakan Pramuka,
Para Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Adik-adik anggota Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,
Marilah kita bersama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat
berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat
untuk menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka
ke 46, yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2007.
Atas nama pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
perkenankanlah saya menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun
ke 46 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di
seluruh tanah air. Semoga peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 46 ini, dapat makin membulatkan tekad kita bersama
untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta
melaksanakan dan mengembangkan fungsi utama Gerakan
Pramuka, yakni membentuk kaum muda Indonesia yang
berkepribadian, berwatak serta berbudi pekerti yang prima, demi
masa depan bangsa, negara dan tanah air Indonesia yang kita
cintai bersama.
Para hadirin yang berbahagia,
Lahirnya Gerakan Pramuka pada tahun 1961 lalu, yang
menggabungkan lebih dari 60 organisasi kepanduan yang terdapat
di Indonesia pada waktu itu, sungguh merupakan suatu peristiwa
sejarah yang amat mendasar dan mumental. Pertama, karena
dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut, berarti cita-cita untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan antar warga dan
masyarakat kepanduan di tanah air, yang sebenarnya telah dimiliki
sejak jauh sebelumnya, bahkan dapat dikatakan sejak awal
munculnya gerakan kepanduan di Indonesia pada tahun 1912,
akhirnya dapat diwujudkan serta berhasil menjadi kenyataan.
Dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke 46 ini, selayaknya bagi
kita semua, mengenang kembali serta sekaligus membulatkan
tekad, untuk lebih meningkatkan semangat persatuan dan
kesatuan tersebut. Karena, sesungguhnyalah, pada era
globalisasi, era ekonomi bebas, serta era kemudahan transportasi,
komunikasi dan informasi sebagaimana yang sedang kita alami
bersama pada saat ini, ancaman terhadap semangat persatuan
dan kesatuan, ancaman terhadap berbangsa dan bernegara,
ancaman terhadap nasionalisme, tampak semakin bertambah
besar serta semakin bertambah merisaukan.
Marilah kita melalui Gerakan Pramuka yang telah berhasil
mempersatukan kaum muda Indonesia tersebut, melangkah lebih
lanjut, berperan aktif meningkatkan semangat persatuan dan
kesatuan seluruh rakyat, masyarakat, bangsa, negara, dan tanah
air Indonesia. Marilah kita bekerja keras mewujudkan cita-cita kita
bersama, menjadikan Gerakan Pramuka yang kita cintai ini,
sebagai alat pemersatu serta perekat bangsa.
Sesungguhnyalah gerakan kepanduan yang masuk ke Indonesia
pada tahun 1912, lima tahun setelah Sir Baden Powell
memperkenalkan gerakan kepanduan dunia pada tahun 1907,
yang merupakan cikal bakal Gerakan Pramuka sebagaimana yang
dikenal pada saat ini, sejak awal berdirinya telah dipelopori dan
dimotori oleh para aktivis pemuda yang memiliki semangat
persatuan dan kesatuan serta semangat kebangsaan yang tinggi.
Gerakan Kepanduan di Indonesia, sejak awal berdirinya, memang
telah turut menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan
serta semangat kebangsaan tersebut, yang pada akhirnya telah
berhasil melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928,
Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945, serta
mempertahankan kemerdekaan Indonesia selama berlangsungnya
revolusi fisik.
Kedua, karena dengan lahirnya Gerakan Pramuka tersebut,
berarti kehendak untuk menghimpun pelbagai potensi warga
dan masyarakat kepanduan Indonesia, kedalam satu wadah yang
disepakati bersama, untuk kemudian dimanfaatkan bagi sebesarbesarnya
kepentingan kaum muda Indonesia, yakni
menyelenggarakan berbagai program pendidikan kepanduan,
untuk membentuk kepribadian, watak dan pekerti generasi muda
yang mampu menjawab tantangan bangsa dan negara pada masa
depan, akan dapat dilaksanakan secara lebih optimal.
Pada saat ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun
Gerakan Pramuka yang ke 46, selayaknya pula kesepakatan untuk
menghimpun berbagai potensi untuk kemudian dimanfatkan
sebesar-besarnya bagi penyelenggaraan pelbagai program untuk
kepentingan kaum muda Indonesia tersebut, perlu tetap
dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan. Karena
sesungguhnyalah, masalah dan tantangan yang dihadapi oleh
generasi muda Indonesia pada saat ini, telah sangat jauh berbeda
dibandingkan dengan masa sebelumnya. Masalah dan tantangan
yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia pada saat telah
sangat beragam dan komplek.
Sebagian dari generasi muda Indonesia pada saat ini, karena satu
dan lain hal, terjerumus dalam kesesatan. Sebagian lainnya
terlibat dalam pergaulan bebas, atau berada dibawah pengaruh
minuman keras dan obat terlarang. Jumlah kaum muda yang
kebut-kebutan di jalan raya yang turut meningkatkan angka
kematian karena kecelakaan lalu lintas juga semakin bertambah.
Hal yang sama juga ditemukan pada keterlibatan kaum muda
dalam peristiwa kekerasan dan perkelahian antar gang.
Sedangkan dipihak lain, sebagian generasi muda lainnya, karena
kehidupan sosial dan ekonomi yang belum memuaskan, tidak jelas
masa depannya, Meskipun pada saat ini, pemerintah telah
berupaya keras meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,
tetapi jumlah kaum muda Indonesia yang tidak dapat melanjutkan
pendidikan karena berbagai alasan, tetap tidak berkurang.
Dampaknya, terlihat pada kehidupan bermasyarakat selanjutnya.
Kebodohan, pengangguran, kemiskinan, kelemahan,
keterbelakangan.
Pelbagai masalah yang seperti ini jelas merupakan tantangan
sekaligus peluang bagi Gerakan Pramuka, untuk di satu pihak
berperan mencegah timbulnya berbagai masalah generasi muda,
dan di pihak lain, berperan dalam membentuk kepribadian, watak
dan budi-pekerti kaum muda sebagaimana yang diinginkan, yakni
dengan meningkatkan keterlibatan kaum muda secara aktif dalam
berbagai kegiatan kepramukaan.
Sesungguhnyalah sebagai wadah pendidikan luar sekolah dan luar
keluarga, Gerakan Pramuka memiliki banyak kegiatan positif bagi
pembinaan kaum muda. Pendidikan non-formal yang menjadi ciri
utama pendidikan kepramukaan, berperan besar sebagai
komplemen dan suplemen pendidikan formal yang dilaksanakan di
bangku sekolah.
Dalam kaitan ini, sungguh sangat tepat, jika pada tahun 2006 lalu,
bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 45, Presiden Republik Indonesia, Bapak Soesilo
Bambang Yudhoyono telah mencanangkan program Revitalisasi
Gerakan Pramuka sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional,
yang bersama dengan pelbagai program pendidikan formal dan informal
lainnya, harus disukseskan di Indonesia.
Bapak-Bapak dan Ibu-ibu serta hadirin yang berbahagia,
Dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi tersebut,
ditetapkanlah tema peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan
Pramuka ke 46 kali ini adalah “Satu Dunia, Satu Janji, Satu
Tekad Tingkatkan Budi Pekerti Anak Bangsa”. Bagian pertama
dari tema ini adalah sejalan dengan tema Jambore Dunia ke 21
yang diselenggarakan di Hyland Park Chemsford, Inggeris dari
tanggal 28 Juli sampai dengan 8 Agustus 2007, serta tema
Peringatan 100 tahun Gerakan Kepanduan Dunia yang di
pusatkan di pulau kelahiran gerakan kepanduan dunia, Brownsea
Island di sebelah selatan Kepulauan Inggeris yakni “One World,
One Promise”. Sedangkan bagian kedua dari tema tersebut adalah
sesuai dengan hakekat dasar Revitalisasi Gerakan Pramuka yakni
meningkatkan dan memantapkan fungsi pendidikan Gerakan
Pramuka dalam rangka membentuk kepribadian, watak dan budi
pekerti anak bangsa yang diinginkan pada masa depan.
Dalam kaitan pelaksanaan program Revitalisasi tersebut, mari kita
secara bersama-sama dapat melaksanakan ajakan Presiden
Republik Indonesia pada saat melepas kontingen Gerakan
Pramuka mengikuti Jambore Dunia ke 21 pada tanggal 22 Juli
2007 lalu, yakni bertekad mewujudkan “satu bumi pertiwi, satu
bangsa, satu janji, satu komitmen dan satu aksi”. Karena
sesungguhnyalah hanya dengan terwujudnya tekad yang seperti
ini, dapat diharapkan lahirnya masyarakat yang sehat, cerdas,
maju, dan sejahtera, yang hidup dalam kemakmuran, beradab dan
berkeadilan.
Kakak-kakak dan adik-adik pramuka yang saya hormati,
Semenjak diluncurkannya Revitalisasi Gerakan Pramuka setahun
yang lalu oleh Presiden Republik Indonesia, berbagai kegiatan dan
upaya telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan pertama dan utama,
ditujukan bagi pemantapan dan pembenahan manajemen
organisasi, yang pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk
pelatihan tenaga pelaksana, pengadaan peralatan sekretariat,
serta penyediaan biaya rutin. Untuk pelaksanaan kesemua
kegiatan ini, kita patut menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya, baik kepada Pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Daerah. Karena mulai tahun 2007 ini, untuk tingkat
Pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Nasional untuk
pertama kali berhasil masuk dalam APBN, sedangkan untuk
tingkat propinsi beberapa Pemerintah Daerah telah berhasil pula
memasukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kwartir Daerah
kedalam APBD-nya.
Upaya lain yang dilakukan untuk lebih memantapkan organisasi
adalah menyusun RUU Gerakan Pramuka yang pada saat ini
naskah akademik dan naskah RUU-nya telah disampaikan kepada
Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Pemuda dan
Olaraga. Mudah-mudahan pada tahun ini, Presiden Republik
Indonesia dapat menunjuk Departemen yang bertanggungjawab
mengajukan usul inisiatif, untuk kemudian dapat dibahas dan
disyahkan menjadi Undang-Undang Gerakan Pramuka oleh DPR
pada tahun 2008 yang akan datang.
Kakak-kakak dan adik-adik Pramuka yang saya hormati,
Telah disampaikan bahwa hakekat dasar Revitalisasi Gerakan
Pramuka adalah meningkatkan dan memantapkan fungsi
pendidikan Gerakan Pramuka. Dalam kaitan ini berbagai
pembenahan aspek pendidikan kepramukaan sedang
dilaksanakan, termasuk diantaranya tiga yang terpenting yakni
pembenahan metoda pendidikan, materi pendidikan serta sarana
dan prasarana pendidikan kepramukaan.
Untuk pembenahan metoda, diharapkan dalam waktu dekat
metoda pendidikan kepramukaan yang dikenal dengan cirinya
yang khas yakni Alam terbuka, Permainan menantang, ber-
Kelompok, bersifat Kompetitif, serta pemberian Tanda kecakapan
bagi yang berhasil (APK-2T), akan dapat diperbaharui sehingga
sesuai dengan perkembangan zaman.
Untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan
kepribadian, watak dan budi pekerti, sedang disusun Pedoman
Penghayatan dan Pengalaman Dasa Darma (P-3 D-2). Sedangkan
untuk pembenahan materi pendidikan yang terkait pembentukan
keterampilan, sedang dilakukan kajian ulang terhadap pelbagai
keterampilan yang selama ini diajarkan, baik keterampilan khusus
kepramukaan maupun keterampilan yang bersifat umum, yang
kesemuanya disesuaikan dengan minat generasi muda serta
kebutuhan masa depan generasi muda, nusa dan bangsa.
Sedangkan untuk pembenahan aspek sarana dan prasarana
pendidikan sedang disusun konsep Kampus Pramuka yakni
dengan mengembangkan konsep Bumi Perkemahan, dari semula
hanya sekedar tempat melaksanakan kegiatan, menjadi pusat
pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Kecuali itu untuk
melengkapkan sarana dan prasarana pendidikan tersebut,
terutama yang menyangkut pengadaaan bahan referensi, telah
didirikan pula Balai Penerbit Gerakan Pramuka yang bertanggung
jawab menerbitkan buku-buku tentang kepramukaan di Indonesia.
Bapak-Bapak, ibu-ibu serta hadirin yang saya hormati,
Dalam kesempatan memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke
46 ini, pada tempatnyalah saya atas nama segenap keluarga
besar Gerakan Pramuka, menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak
berjasa serta membantu menyelenggarakan pelbagai kegiatan
dalam rangka menyongsong kebangkitan kembali Gerakan
Pramuka di tanah air.
Pertama, kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah
mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Kedua, kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat, yang telah memfasilitasi masuknya Anggaran Pendapatan
dan Belanja Kwartir Nasional kedalam APBN
Ketiga, kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga yang telah memfasititasi penyusunan RUU
Gerakan Pramuka
Keempat, kepada Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan
Menteri Pertahanan dan Keamanan, yang telah mempercayai
Gerakan Pemuka sebagai pelaksana pendidikan Bela Negara
untuk generasi muda di Indonesia.
Kelima, kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Bersatu (SIKIB), khususnya Ibu Ani Susilo Bambang
Yudhoyono, serta pelbagai organisasi lain yang telah banyak
membantu serta telah menjalin kerjasama dengan Gerakan
Pramuka, dalam rangka turut mensukseskan dan mendukung
pelaksanaan program Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Adik-adikku anggota Pramuka yang saya banggakan,
Sangatlah tepat adik-adik sekalian memilih Gerakan Pramuka
sebagai kegiatan ekstra kurikuler di luar sekolah, karena jika
mengikuti kegiatan pendidikan formal di sekolah saja, telah dapat
dipastikan, apa yang akan adik-adik peroleh tidak akan optimal,
terutama jika dikaitkan dengan pengenalan terhadap alam
lingkungan serta penguasaan terhadap pelbagai keterampilan,
yang diakui bersifat komplek dan luas.
Saya teringat masa kecil dan remaja saya, ketika saya menjadi
anggota kepanduan, yang ternyata memberikan manfaat yang
sangat besar bagi kehidupan saya kemudian hari, dan bahkan
sampai saat ini. Saya belajar berorganisasi, kepemimpinan,
kemandirian, percaya diri, hormat terhadap sesama, patuh dan
santun terhadap orang tua, jujur, bertanggung jawab, dapat
dipercaya, amanah serta taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
melalui kegiatan kepanduan yang saat ini dikenal dengan nama
Pramuka. Karena itulah, saya mengajak adik-adik sekalian, kaum
muda Indonesia, untuk bergabung serta aktif menjadi anggota
Gerakan Pramuka.
Kepada kakak-kakak sekalian, baik sebagai pembimbing,
pengurus, andalan, pembina, pelatih, pamong dan/ataupun
instruktur Gerakan Pramuka, dimanapun berada, mari kita
bulatkan tekad untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan
yang nyata, sehingga eksistensi dan fungsi Gerakan Pramuka
dapat terus dipertahankan, dan bahkan makin ditingkatkan di
tanah air.
Akhirnya semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridho
Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jayalah Pramuka,
Jayalah Indonesiaku.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,
Jakarta, 14 Agustus 2007
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH
Kamis, 18 Februari 2010
buat dirimu
Assalamu’alaikum Wr. Wb!
Sahabat santri semua!
Alhamdulillah, OSIP Al-Rahmah sekarang makin keren adjah! Doulc ucapin selamat ya, dengan adanya mading, dan sesalu penuhnya mading dengan karya karya para santri kreatif Al-Rahmah!
Tidak bisa saya pungkiri, santri Al-Rahmah sangat pandai mengarang puisi, ih…. Piusinya luar biase!!! Betol betol betol!
Oleh karena itu rasanya akan sangat rugi apabila karya yang ada atas jerih payah kita hanya dibaca sekali, setelah dibaca akan terbuang sia sia.
Sahabat santri semua!
Alhamdulillah, OSIP Al-Rahmah sekarang makin keren adjah! Doulc ucapin selamat ya, dengan adanya mading, dan sesalu penuhnya mading dengan karya karya para santri kreatif Al-Rahmah!
Tidak bisa saya pungkiri, santri Al-Rahmah sangat pandai mengarang puisi, ih…. Piusinya luar biase!!! Betol betol betol!
Oleh karena itu rasanya akan sangat rugi apabila karya yang ada atas jerih payah kita hanya dibaca sekali, setelah dibaca akan terbuang sia sia.
ku ingin

Kuingin Mencintaimu
Berjuta mimpi, beribu sepi.
Datang dan pergi, laksana teman sejati.
Dalam bisingnya dunia, resah dan air mata.
Ku ungkapkan keinginanku.
Ku ingin mencintaimu.
Sangat sangat ingin.
Agar kudapat memilikimu seutuhnya.
Agar dirimu menjadi teman dikalaku sepi.
Menjadi obat saatku terluka.
Menjadi penarang dalam gelap malam.
Menjadi penyemangat tuk raih kebahagiaan.
Namun kini dirimu pergi.
Tertelan oleh bumi.
Terhapus mentari.
Terbawa angin sepi.
Kemana kuharus mencarimu.
Dimana kubisa dapatkan cintamu.
Bagaimana kukuasa tuk raih hatimu.
By : doulc sie anag boxXerZ
Email : leon_boxer@ymail.com
Blog : http://thonkboxercrew.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)